Selasa, 03 Juni 2014

Pendidikan Jasmani



BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan jasmani untuk memperoleh pertumbuhan jasmani, kesehatan, kesegaran jasmani serta kemampuan dan keterampilan. Pendidikan jasmani sebagai komponen pendidikan secara keseluruhan telah disadari oleh banyak kalangan. Namun, dalam pelaksanaannya pengajaran pendidikan jasmani belum berjalan efektif seperti yang diharapkan. Pembelajaran pendidikan jasmani masih diartikan oleh siswa sebagai suatu pelajaran yang membosankan dan aktivitas yang berhubungan dengan bola saja. Padahal, yang termasuk dalam pendidikan jasmani ini bukan hanya mengajar tentang aktivitas yang berkaitan dengan bola saja melainkan lebih menekakan kepada kebugaran jasmani. Dan ada pula yang menganggap pendidikan jasmani adalah pelajaran yang ditakuti dan sulit. Kenyataannya, pendidikan jasmani buka hanya suatu mata pelajaran yang sulit, bahkan dalam permainan sehari-hari saja tanpa kita sadari kita telah berolahraga.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa pendidikan jasmani merupakan proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani dan direncanakan secara sistematik bertujuan untuk meningkatkan individu secara organik, neuromoskuler, perseptual, kognitif, sosial dan emosional.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian pendidikan jasmani?
2.      Apa tujuan pendidikan jasmani?
3.      Apa pengertian kebugaran jasmani?
4.      Apa saja komponen kebugaran jasmani?
5.      Bagaimana manfaat kebugaran jasmani bagi tubuh?
6.      Apa saja bentuk olahraga dalam permainan?

C.    Tujuan Penulisan
1.      Mengkaji tentang pengertian pendidikan jasmani dan kebugaran jasmani.
2.      Mengkaji bagaimana tujuan pendidikan jasmani dalam dunia pendidikan.
3.      Mengkaji komponen-komponen yang terkandung dalam kebugaran jasmani.
4.      Menjelaskan bentuk permaina yang mengandung unsur olahraga.

D.    Manfaat Penulisan
1.      Memberikan informasi dan menambah pengetahuan mengenai pendidikan jasmani dan kesehata secara keseluruhan.
2.      Memberikan salah satu contoh olahraga dalam bentuk permainan yang menyenangkan.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Pendidikan Jasmani
Pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kesehatan, kebugaran jasmani, keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani dan olahraga. Pendidikan jasmani dan olahraga begitu kaya akan pengalaman emosional. Aneka macam emosi terlibat di dalamnya. Kegiatan pendidikan jasmani dan olahraga yang berakar pada permainan, keterampilan dan ketangkasan memerlukan pengerahan energi untuk menghasilkan yang terbaik.
Pendidikan Jasmani mempunyai peran penting, yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain dan olahraga yang dilakukan secara sistematis. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina, sekaligus membentuk gaya hidup sehat dan aktif sepanjang hayat. Selain itu, Pendidikan Jasmani merupakan media untuk mendorong perkembangan keterampilan motorik, kemampuan fisik, pengetahuan, penalaran, penghayatan nilai (sikap-mental-emosional-spiritual-sosial), dan pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan serta perkembangan yang seimbang.
Dengan Pendidikan Jasmani siswa akan memperoleh berbagai ungkapan yang erat kaitannya dengan kesan pribadi yang menyenangkan serta berbagai ungkapan yang kreatif, inovatif, terampil, memiliki kebugaran jasmani, kebiasaan hidup sehat dan memiliki pengetahuan serta pemahaman terhadap gerak manusia.

B.     Tujuan Pendidikan Jasmani
1.      Meletakkan landasan karakter yang kuat melalui internalisasi nilai dalam pendidikan jasmani
2.      Membangun landasan kepribadian yang kuat, sikap cinta damai, sikap sosial dan toleransi dalam konteks kemajemukan budaya, etnis dan agama
3.      Menumbuhkan kemampuan berfikir kritis melalui tugas-tugas pembelajaran Pendidikan Jasmani
4.      Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerjasama, percaya diri, dan demokratis melalui aktivitas jasmani
5.      Mengembangkan keterampilan gerak dan keterampilan teknik serta strategi berbagai permainan dan olahraga, aktivitas pengembangan, senam, aktivitas ritmik, akuatik (aktivitas air) dan pendidikan luar kelas (Outdoor education)
6.      Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani
7.      Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain
8.      Mengetahui dan memahami konsep aktivitas jasmani sebagai informasi untuk mencapai kesehatan, kebugaran dan pola hidup sehat
9.      Mampu mengisi waktu luang dengan aktivitas jasmani yang bersifat rekreatif.

C.    Pengertian Kebugaran Jasmani
Kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang melakukan kerja sehari-hari secara efisen tanmpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan sehingga masih dapat dapat menikmati waktu luangnya. Kebugaran jasmani diperlukan agar seseorang dapat melaksanakan pekerjaannya dengan efektif dan efisien tanpa mengalami kelelahan yang berarti.
Tidak menimbulkan kelelahan yang berarti maksudnya ialah setelah seseorang melakukan suatu kegiatan, ia mash mempunyai cukup tenaga untuk menikmati waktu senggangnya atau untuk keperlua lainnya yang mendadak.  

D.    Komponen Kebugaran Jasmani
1.      Kekuatan (Streght)
Kekuatan adalah kemampuan dalam mempergunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja. Kekuatan otot dapat diraih dari latihan dengan beban berat dan frekuensi sedikit. Kita dapat melatih kekuatan otot lengan dengan latihan angkat beban, jika beban tersebut hanya dapat diangkat 8-12 kali saja. Contoh latihannya adalah sebagai berikut:
a.       squat jump, melatih kekuatan otot tungkai dan otot perut.
b.      push up, melatih kekuatan otot lengan.
c.       sit up, melatih kekuatan otot perut.
d.      angkat beban, melatih kekuatan otot lengan.
e.       back up, melatih kekuatan otot perut.

2.      Daya tahan (Endurance)
Daya tahan adalah kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung, paru-paru, dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus menerus. Dengan kata lain berhubungan dengan sistem aerobik dalam proses pemenuhan energinya.
Latihan untuk melatih daya tahan adalah kebalikan dari latihan kekuatan. Daya tahan dapat dilatih dengan beban rendah atau kecil, namun dengan frekuensi yang banyak dan dalam durasi waktu yang lama. Contoh latihan untuk daya tahan:
a.       lari 2,4 km.
b.      lari 12 menit.
c.       lari multistage.
d.      angkat beban dengan berat yang ringan namun dengan repetisi dan set yang banyak.
e.       lari naik turun bukit.

3.      Daya Otot (Muscular Power)
Daya otot adalah kemampuan seseorang dalam mempergunakan kekuatan maksimum yang dikerahkan dalam waktu sepemdek-pendeknya. Dengan kata lain berhubungan dengan sistem anaerobik dalam proses pemenuhan energinya. Daya otot dapat disebut juga daya ledak otot (explosive power).
Latihan yang dapat melatih daya ledak otot adalah latihan yang bersifat cepat atau berlangsung secepat mungkin. Contohnya:
a.       vertical jump (meloncat ke atas), melatih daya ledak otot tungkai.
b.      front jump (meloncat ke depan), melatih daya ledak otot tungkai.
c.       side jump (meloncat ke samping), melatih daya ledak otot tungkai.

4.      Kecepatan (Speed)
Kecepatan merupakan kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dengan waktu sesingkat-singkatnya. Kecepatan sangat dibutuhkan dalam olahraga yang sangat mengandalkan kecepatan, seperti lari pendek 100 m dan lari pendek 200 m.
Kecepatan dalam hal ini lebih mengarah pada kecepatan otot tungkai dalam bekerja. Contoh latihannya adalah
a.       lari cepat 50 m
b.      lari cepat 100 m
c.       lari cepat 200 m

5.      Daya lentur (Flexibility)
Daya lentur adalah efektifitas seseorang dalam menyesuaikan diri untuk segala aktifitas dengan penguluran tubuh yang luas. Contoh latihannya : upperr Body Flexibility Exercises

6.      Kelincahan (Agility)
Kelincahan adalah kemampuan seseorang mengubah posisi di area tertentu, dari depan ke belakang, dari kiri ke kanan atau dari samping ke depan. Olahraga yang sangat mengandalkan kelincahan misalnya bulu tangkis.
Kelincahan dapat dilatih dengan lari cepat dengan jarak sangat dekat, kemudian berganti arah. Contoh latihannya adalah
a.       lari zig-zag
b.      lari bolak-balik 5 m
c.       lari bolak-balik 10 m
d.      lari angka 8
e.       kombinasi lari bolak-balik dengan lari zig-zag

7.      Koordinasi (Coordination)
Koordinasi adalah kemampuan seseorang mengintegrasikan berbagai gerakan yang berbeda ke dalam pola gerakan tunggal secara efektif. Contoh latihannya: memantulkan bola tenis ke tembok dengan tangan kanan kemudian menangkapnya lagi dengan tangan kiri memantulkan bola tenis ke tembok dengan tangan kiri kemudian menangkapnya lagi dengan tangan kanan. melempar ke atas bola tenis dengan tangan kanan, kemudian menangkap kembali dengan tangan kiri melempar ke atas bola tenis dengan tangan kiri, kemudian menangkap kembali dengan tangan kanan.

8.      Keseimbangan (Balance)
Keseimbangan merupakan kemampuan seseorang mengendalikan organ-organ syaraf otot sehingga dapat mengendalikan gerakan-gerakan dengan baik dan benar. Senam merupakan salah satu cabang olahraga yang sangan mengandalkan kesimbangan. Contoh latihannya adalah:
a.       berjalan di atas balok kayu selebar 10 cm, sepanjang 10 m
b.      berdiri dengan satu kaki jinjit.
c.       tubuh membentuk kapal-kapalan
d.      sikap lilin
e.       berdiri dengan tangan sebagai sandaran tubuh.

9.      Ketepatan (Accuracy)
Ketepatan adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan gerak-gerak bebas terhadap suatu sasaran. Sepak bola dan bola basket merupakan olahraga yang membutuhkan ketepatan yang baik untuk memasukkan bola ke gawang dengan kaki dan memasukkan bola kek keranjang dengan tangan. Contoh latihannya:
a.       melempar bola tenis ke tembok, sebelumnya tembok telah diberi sasaran
b.      untuk lebih spesifik pada cabang bola basket adalah dengan latihan memasukkan bola ke keranjang tepat di bawah ring
c.       untuk sepak bola dengan latihan menendang bola ke gawang yang dijaga oleh seorang penjaga gawang

10.  Reaksi (Reaction)
Reaksi adalah kemampuan seseorang untuk segera bertindak secepatnya dalam menanggapi rangsangan yang ditimbulkan lewat indera. Contoh latihannya: menangkap bola tenis yang dilempar ke kanan dan ke kiri oleh orang lain.

E.     Manfaat Kebugaran Jasmani
“Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.” Ungkapan itu sangat benar. Tentu saja, karena jika tubuh sehat, Kita akan mampu berpikir dan berbuat apa saja. Manfaat latihan kebugaran jasmani apa pun bentuknya, pasti membawa nilai-nilai positif bagi tubuh. Berikut adalah manfaat dari kebugaran jasmani.
1.      Menurunkan Berat Badan dan Mencegah Obesitas
Selain karena zat-zat makanan atau energi berlebih yang tertimbun di dalam tubuh, kegemukan dan obesitas juga bisa terjadi karena tubuh kurang beraktivitas. Itu sebabnya, olahraga merupakan salah satu cara untuk menggerakan tubuh dalam upaya menurunkan berat badan atau menjaga berat badan agar tidak gemuk.



2.      Mencegah Penyakit Jantung
Ketika tubuh berolahraga, aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh dan dari seluruh tubuh ke jantung menjadi lebih cepat daripada saat tubuh diam. Pada saat itu, otot-otot jantung berkontraksi dengan baik. Semakin sering otot jantung dilatih (dengan olahraga), semakin baik pula kinerjanya. Itu artinya, jantung akan terhindar dari berbagai macam penyakit (seperti stroke, serangan jantung, jantung koroner, atau yang lainnya).

3.      Mencegah dan Mengatur Penyakit Diabetes
Pada penyakit diabetes tipe 2, kelainan pada insulin kebanyakan terjadi akibat kegemukan dan obesitas. Jadi, agar tubuh terhindar dari penyakit diabetes tipe 2, hindarilah kegemukan danobesitas.

4.      Meningkatkan Kualitas Kehidupan Seksual
Saat kita terbiasa berolahraga, segala bentuk metabolisme tubuh akan berada pada tingkat yang optimal. Termasuk juga dengan sistem hormon, salah satunya sistem hormon seksual. Perlu diingat, berhubungan seksual juga termasuk olahraga. Hal ini karena pada saat berhubungan seksual, membakar banyak sekali kalori yang ada di dalam tubuh.

5.      Menurunkan Tekanan Darah Tinggi
Tekanan darah tinggi bisa terjadi akibat adanya gangguan kesehatan, termasuk penyakit jantung koroner, stroke, dan gagal jantung. Oleh karena itu, untuk menghindarinya perlu dihindari juga penyakit-penyakit penyebabnya. Olahraga mampu menghindarkan diri dari berbagai penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

6.      Menambah Kepintaran
Otak yang pintar adalah otak yang sirkulasi oksigennya lancar. Olahraga mampu melancarakan sirkulasi oksigen ke otak. Itu sebabnya, olahraga mampu menjauhkan Anda dari penyakit-penyakit yang melemahkan kerja otak (seperti pikun dan Alzeimer). Dengan kata lain, olahraga akan membuat Anda senantiasa pintar.

7.      Memberi Banyak Energi
Anda tentu heran dengan manfaat yang satu ini. Bagaimana mungkin olahraga yang justru mengeluarkan energi bisa memberi Anda banyak energi? Maksud kalimat di atas sebenarnya mengacu kepada efek setelah Anda berolahraga. Jika tubuh rutin berolahraga, Anda akan bisa tidur nyenyak; berpikir jernih; terhindar dari stres; dan berbagai hal lain yang bisa menguras energi. Ini sama saja memberikan kesempatan bagi tubuh untuk memproduksi banyak energi.

8.      Mengurangi LDL dan Menaikkan HDL
Dalam suatu penelitian disebutkan bahwa jalan kaki atau jogging selama 24 hingga 32 km per minggu mampu menurunkan "lemak jahat" (LDL = Low Density Lipoprotein) dan menaikkan "lemak baik" (HDL = High Density Lipoprotein).

9.      Menurunkan Gejala Depresi Ringan dan Kegelisahan
Saat berolahraga, tubuh Anda akan merasa rileks. Hal ini tentu saja mempengaruhi depresi. Dalam sebuah sumber disebutkan bahwa salah satu penanganan terhadap orang-orang yang mengalami depresi ringan adalah diberi latihan olahraga.

10.  Menurunkan Risiko Kanker Tertentu
Dalam suatu penelitian dikatakan bahwa ternyata olahraga dapat menurunkan tingkat risiko kanker tertentu sebesar 30%. Kanker tersebut misalnya saja kanker kolon (usus besar), kanker payudara, kanker paru-paru, dan multiple myeloma (sumsum tulang).

11.  Melindungi dari Osteoporosis
Para ahli berpendapat bahwa anak-anak yang banyak bergerak (aktif) akan memiliki tulang yang kuat. Sehingga, mereka terhindar dari risiko osteoporosis (pengeroposan tulang) ketika sudah dewasa.

12.  Meningkatkan Citra Diri dan Rasa Percaya Diri
Dalam suatu jurnal psikologi disebutkan bahwa sekecil apa pun olahraga bisa meningkatkan citra diri dan rasa percaya diri pada pelakunya

13.  Meningkatkan Mood
Jika anda sedang mengalami kejenuhan atau bete, olahraga adalah salah satu cara yang bisa mengilangkannya. Sebuah studi mengatakan bahwa olahraga aerobic dapat mengurangi ketegangan dan membuat Anda semangat lagi.

14.  Membuat Anak-anak Selalu Aktif
Dalam suatu penelitian diungkapkan bahwa ternyata orangtua yang rajin berolahraga membuat anak-anaknya selalu aktif dan ceria.

F.     Bentuk Permainan Yang Mengandung Unsur Olahraga
Permainan Kejar-Kejaran “Catch Me”
1.      Ide Permainan
Permainan kejar-kejaran “Catch Me” adalah bentuk permainan yang dapat dilakukan oleh siapa pun dan dalam jumlah pemain yang banyak. Permainan ini termasuk permainan yang mengandalkan kecepatan dan kelincahan. Sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam permainan ini adalah memerluka lapangan atau kawasan bermain yang cukup luas karena jumlah pemain dalam permainan ini cukup banyak.

2.      Manfaat dan Tujuan
Adapun manfaat dari permainan ini adalah :
a.       Memberikan aktivitas gerak dan kebugaran jasmani.
b.      Melatih kecepatan dan kelincahan.
c.       Memberikan kesenangan dalam berolahraga yang bersifat hiburan.

3.      Unsur Yang Terkandung dalam Permainan
a.       Kognitif
Secara efektif mengembangkan konsentrasi yaitu memperkirakan lawan kearah mana akan bergerak. Selain itu, memperhitungkan kecepatan lawan saat bergerak dan membuat strategi dalam bermain serta pemain berpikir untuk bisa lari secepat mungkin.

b.      Afektif
Nilai efektif yang terkadung yaitu pemain berinteraksi satu sama lainnya. Dan adanya kerjasama.

c.       Psikomotor
Nilai psikomotor dalam permainan ini adalah dapat meningkatkan kecepatan dan kelincahan.

4.      Cara Bermain
Permainan ini sangat mudah dimengerti. Jumlah pemain dalam permainan ini adalah bebas. Pertama, semua pemain harus melakukan ‘hompimpa’, hingga menghasilkan satu orang pemain yang kalah yang akan di kejar oleh para pemain yang menang. Pemain yang dikejar harus mampu meloloskan diri dari kejaran pemain lain. Dan yang menjadi ‘pengejar’ adalah semua pemain yang menang dalam hompimpa. Pengejar yang berhasil menangkap si mangsa, maka posisi mereka akan berubah dan si pengejar tadi menjadi si mangsa yang akan dikejar oleh para pemain lain.

5.      Aturan Permainan
Aturan permainan ini sederhana, pengajar hanya boleh menangkap pemain yang menjadi si mangsa dengan cara menyentuh bahunya bukan dengan cara menarik bajunya dari belakang.

6.      Skema Permainan
Penjelasan :
a.       Setelah melakukan ‘hompimpa’, maka pemain yang kalah akan dikejar oleh para pemain yang menang dalam hompimpa.
b.      Pemain yang dikejar berusaha untuk meloloskan diri dari pengejaran pemain lain.


Penjelasan:
a.       Pemain yang menjadi penjaga harus mengejar dan menangkap pemain lain.
b.      Salah seorang pemain berusaha mendekati mangsanya dan berusaha untuk menangkapnya dengan cara menyentuh bahunya.
c.       Jika pemain yang dikejar berhasil ditangkap, maka posisi berubah dan si pengejar tadi mejadi mangsa yang akan di kejar oleh para pemain yang lain.


Penjelasan
a.       Setelah pemain yang dikejar tadi tertangkap, maka posisi berubah.
b.      Pemain yang menangkap s mangsa tadi akan dikejar oleh pemain lain.



BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kesehatan, kebugaran jasmani, keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani dan olahraga, yang tidak hanya aktivitas yang berhubungan dengan bola saja. Banyak bentuk permainan yang mengandung unsur olahraga, salah satunya permainan “Catch Me”

B.     Saran
Permainan ini sangat mengasyikkan dan megandung unsur olahraga didalamnya serta memberika hiburan. Permainan ini boleh di coba oleh semua kalangan.

































Tidak ada komentar:

Posting Komentar