Senin, 25 Agustus 2014

MANUSIA DAN PERADABAN



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Manusia, masyarakat, kebudayaan, dan peradaban merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Suatu kumpulan manusia yang biasa disebut dengan masyarakat pasti mempunyai kebudayaan dan peradaban yang memiliki perbedaan dengan perkumpulan masyarakat lainnnya.
Pada saat ini, istilah peradaban dan kebudayaan tidak mempunyai perbedaan atau batasan yang jelas. Beberapa ahli yang mencoba mendefenisikannya sampai saat ini masih memilki perbedaan pendapat mengenai kedua isitilah ini. Namun manusia dan peradaban mempunyai hubungan yang sangat erat untuk menciptakan kehidupan yang sesuai dengan kodratnya.
Peradaban yang menjadi sorotan utama adalah bagaimana pengaruh peradaban dunia iptek terhadap kehidupan manusia yang saat sekarang ini memang dituntut serba fleksibel dan efisien. Walau di beberapa sisi, tak sepenuhnya peradaban berupa kemajuan iptek tersebut menimbulkan dampak yang baik.
1.2 Rumusan Masalah
a.       Apakah hakikat adab dan peradaban itu?
b.      Bagaimanakah manusia sebagai makhluk beradab dan masyarakat adab?
c.       Apa itu tradisi, modernisasi, dan masyarakat madani?
d.      Mengapa ada problematika peradaban bagi kehidupan manusia?
1.3 Tujuan Penulisan
a)      Untuk memenuhi salah satu persyaratan kelulusan dalam mata kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD).
b)      Menambah wawasan mengenai Manusia dan Peradaban.
c)      Untuk mengetahui seluk beluk interaksi sosial di dalam masyarakat.
d)     Mampu menerima nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Hakikat Adab dan Peradaban
“Adab” adalah kata asal dari “peradaban” yang artinya akhlak, kesopanan, moral, dan kehalusan budi, budi luhur, manusia beradap yaitu manusia yang memiliki akhlak yang mulia yang berbudi pekerti luhur, memiliki moral yang tinggi dan kebalikannya adalah manusia yang “biadab”. Manusia yang tidak bermoral, kejam keji berperilaku kasar dan tidak berbudi pekerti, jahat. “Beradab” adalah merupakan konsep-konsep norma-norma tertentu berupa perilaku wajar, diterima oleh masyarakat luas, yang dibutuhkan tata kehidupan yang aman tentram dan damai.
 Peradaban berasal dari kata “adab” yang berarti kesopanan, kehormatan, budi bahasa dan etiket. Istilah peradaban dalam bahasa Inggris disebut Civilization. Istilah peradaban sering dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita terhadap perkembangan kebudayaan. Pada waktu perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya berwujud unsur-unsur budaya yang bersifat halus, indah, tinggi, sopan, luhur dan sebagainya maka masyarakat pemilik kebudayaan tersebut dikatakan telah memiliki peradaban.
Peradaban adalah kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu, pada suatu masyarakat tertentu, yang tercermin dalam tingkat intelektual, keindahan, teknologi dan spiritual. jaman sekarang kebudayaan sudah mencapai tingkat yang cukup tinggi terbukti dengan peradaban yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Dengan peradaban yang tinggi manusia bisa menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi pula, seperti contohnya komputer. Dahulu manusia memulai dengan pembuatan mesin tik, kemudian berlanjut ke komputer, laptop, netbook, hingga sekarang dengan tingkat intelektual manusia dan kecanggihan teknologi bisa merancang dan membuat komputer touch screen, dari segi keindahannya sudah jelas pasti indah, bagus, lengkap, mewah dan dari segi spiritualnya, jika kita bisa menggunakannya sebaik mungkin dan memanfaatkanya, tidak digunakan untuk hal-hal yang aneh, itu bisa menunjukkan kualitas manusia yang beradab tentunya.
Sehingga, tinggi ataupun rendahnya peradaban suatu bangsa tergantung oleh 3 faktor utama yaitu, ilmu pengetahuan, tingkat pendidikan, kemajuan teknologi.
Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa pengertian peradaban:
Huntington
Peradaban sebagai the highest social grouping of people and the broadest level of cultural identity people have short of that which distinguish humans from other species.
Fairchild, dkk. (1980:41) dalam Nursyid (1996:67),
 Peradaban adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai   tingkat tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya.
Prof. Dr. Kontjaranigrat, (1990 : 182)
Peradaban bagian dan unsur kebudayaan yang halus, maju, dan indah seperti kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi dan masyarakat kota yang maju dan kompleks.
Ibnu Khaldun(1332-1406 M)
Melihat peradaban sebagai organisasi sosial manusia, kelanjutan dari proses tamaddun (semacam urbanisasi), lewat ashabiyah (group feeling), pendekatan terhadap peradaban bisa dilakukan dengan menggunakan organisasi sosial, kebudayaan, termasuk sistem IPTEK dan pemerintahannya.

2.2  Manusia sebagai Makhluk Beradab dan Masyarakat Adab
Peradaban tidak hanya menunjuk pada hasil-hasil kebudayaan manusia yang sifatnya fisik, seperti barang, bangunan, dan benda-benda. Akan tetapi, juga wujud gagasan dan perilaku manusia.
Peradaban sebagai produk yang bernilai tinggi, halus, indah, dan maju menunjukkan bahwa manusia memang merupakan mahkluk yang beradab sehingga mampu menghasilkan peradaban. Di samping itu, manusia sebagai mahkluk sosial juga mampu menciptakan masyarakat yang beradab.
Manusia yang beradab adalah manusia yang bisa menyelaraskan antara cipta, rasa, dan karsa. Namun, dalam perkembangannya manusia bisa jatuh dalam perilaku yang tidak beradab karena tidak mampu menyeimbangkan atau mengendalikan cipta, rasa, dan karsa yang dimilikinya. Manusia tersebut melanggar hakikat kemanusiaannya sendiri. Manusia yanng beradab tentunya ingin hidup di lingkungan yang beradab pula, sehingga terbentuklah masyarakat yang beradab.
Manusia memilki beberapa sifat kodrati, yaitu sebagai makhluk berpikir, sosial (bermasyarakat), susila, indah, dan agamis sebagai bagian dari unsur-unsur adab. Manusia sebagai makhluk beradab, maka tidak lepas dari unsur-unsur yang baik itu. Kualitas keberadaban masing-masing bangsa memilki keanekaragaman yang berbeda, tergantung pada situasi dan kondisi, serta kemajuan berpikir masing-masing bangsa itu sendiri.  
Masyarakat adab adalah masyarakat yang rata-rata berpendidikan tinggi, sopan, bebrudi pekerti luhur, berakhlak, dan memiliki sifat toleransi yang tinggi. Kita beranggapan, bahwa bangsa kita adalah bangsa yang beradab, namun tak boleh kita lupakan, bahwa masih ada masyarakat kita yang bersifat arogan dan anarkhis. Masyarakat adab merupakan suatu kombinasi ideal antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum yang memperjuangkan penguatan posisi masyarakat terhadap Negara.


2.3  Tradisi, Modernisasi, dan Masyarakat Madani
A.    Tradisi
Tradisi (Bahasa Latin: traditio, “diteruskan”) atau kebiasaan, dalam pengertian yang paling sederhana adalah sesuatu yang telah dilakukan sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu negarakebudayaanwaktu, atau agama yang sama. Biasanya sebuah tradisi tetap saja dianggap sebagai cara atau model terbaik selagi belum ada alternatif lain.
Tradisi merupakan roh dari sebuah kebudayaan. Tanpa tradisi tidak mungkin suatu kebudayaan akan hidup dan langgeng. Dengan tradisi, hubungan antara individu dengan masyarakatnya bisa harmonis. Dengan tradisi, sistem kebudayaan akan menjadi kokoh. Bila tradisi dihilangkan, maka ada harapan suatu kebudayaan akan berakhir disaat itu juga. Tentu saja sebuah tradisi akan pas dan cocok sesuai situasi dan kondisi masyarakat pewarisnya.
B.     Modernisasi
Modernisasi adalah proses penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dalam semua segi kehidupan manusia dengan tingkat yang berbeda-beda tetapi tujuan utamanya untuk mencari taraf hidup yang lebih baik dan nyaman. Modernisasi yang telah dilandasi oleh kemajuan iptek tidak hanya bersifat fisik material saja, melainkan lebih jauh daripada itu. Yaitu dilandasi oleh sikap mental yang mendalam.
Modernisasi masyarakat adalah suatu proses transformasi yang mengubah :
ü  Di bidang ekonomi, modernisasi berarti tumbuhnya kompleks industri yang besar dimana produksi barang konsumsi dan sarana dibuat secara massal.
ü   Di bidang politik, dikatakan bahwa ekonomi yang modern memerlukan adanya masyarakat nasional dengan integrasi yang baik.
                        Syarat Modernisasi
§  Cara berpikir ilmiah,
§   Sistem administrasi negara yang baik
§   Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur yang terpusat pada suatu lembaga tertentu,
§  Penciptaan iklim yang baik dan teratur dari masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat komunikasi massa, .
                        Ciri Modernisasi :
Ø  Kebutuhan materi dan ajang persaingan kebutuhan manusia.
Ø  Kemajuan teknologi dan industrialisasi, individualisasi, sekularisasi, differensiasi, dan aktualisasi.
Ø  Modernisasi banyak memberi kemudahan bagi manusia, berkat jasanya, hampir semua keinginan manusia terpenuhi.
Ø  Melahirkan teori baru.
Ø  Mekanisme masyarakat berubah menuju prinsip dan logika ekonomi serta orientasi kebendaan yang berlebihan
C.     Masyarakat Madani
Dewasa ini, masyarakat adab memiliki padanan istilah yang dikenal dengan masyarakat madani atau masyarakat sipil (civil society). Secara etimologis, masyarakat madani dapat dinyatakan sebagai masyarakat yang teratur dan beradab yang mengacu pada nilai-nilai kebajikan dengan mengembangkan dan menerapkan prinsip-prinsip interaksi sosial yang kondusif bagi penciptaan tatanan demokratis dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Namun demikian, masyarakat madani bukanlah masyarakat yang sekali jadi, yang hampa udara, taken for granted. Masyarakat madani adalah konsep yang cair yang dibentuk dari poses sejarah yang panjang dan perjuangan yang terus menerus. Bila kita kaji, masyarakat di negara-negara maju yang sudah dapat dikatakan sebagai masyarakat madani, maka ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi untuk menjadi masyarakat madani, yakni adanya democratic governance (pemerintahan demokratis) yang dipilih dan berkuasa secara demokratis dan democratic civilian (masyarakat sipil yang sanggup menjunjung nilai-nilai civil security; civil responsibility dan civil resilience).

2.4  Problematika  Peradaban Bagi Kehidupan Manusia
Arus informasi yang berkembang cepat menumbuhkan cakrawala pandangan manusia semakin terbuka luas. Teknologi yang sebenarnya merupakan alat bentu/ekstensi kemampuan diri manusia, dewasa ini telah menjadi sebuah kekuatan otonom yang justru ‘membelenggu’ perilaku dan gaya hidup kita sendiri. Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar, karena ditopang pula oleh system-sistem sosial yang kuat, dan dalam kecepatan yang makin tinggi, teknologi telah menjadi pengarah hidup manusia. Masyarakat yang rendah kemampuan teknologinya cenderung tergantung dan hanya mampu bereaksi terhadap dampak yang ditimbulkan oleh kecanggihan teknologi. Dampak Globalisasi Terhadap Peradaban Manusia Akibat globalisasi diantaranya masyarakat mengalami anomi/ tidak punya norma atau heteronomy/ banyak norma, sehingga terjadi kompromisme sosial terhadap hal-hal yang sebelumnya dianggapmelanngar norma tunggal masyarakat.Selain itu juga terjadinya disorientasi atau alienasi, keterasingan pada diri sendiri atau pada perilaku sendiri, akibat pertemuan budaya-budaya yang tidak sepenuhnyaterintegrasi dalam kepribadian kita
·         Kemajuan Media Komunikasi Bagi Adab dan Peradaban Manusia
Muncul dan berkembangnya media baru dalam dunia komunikasi membawa dampak besar bagi kehidupan manusia di seluruh dunia. Para ahli pun mengemukakan berbagai teori yang dapat mengakomodasi dan menjelaskan dampak yang terjadi akibat perkembangan media baru tersebut.Hal terpenting yang harus diperhatikan di sini adalah konsep kehadiran (presence), di mana sesuatu yang maya dirasakan seolah sebagai objek yang benar/nyata adanya.
E-mail dikatakan memiliki tingkat “presensi” yang rendah, karena hanya digunakan untuk bertukat informasi searah,  feedback dari penerima email tidak langsung dibalas, Sedangkan videoconferences dikatakan memiliki tingkat presensi sosial yang tinggi, karena proses komunikasi berlangsung dua arah, dan kedua komunikator mampu merasakan kehadiran komunikator yang lain dengan melihat mimik wajah, gesture, notasi suara, dsb. (Straubhaar, Joseph & La Rose, Robert: 2004)
·         Dampak Media Komputer
Selama ini, penyebaran internet telah mengubah perhatian masyarakat terhadap pengaruh media baru. Hingga pada akhirnya disimpulkan beberapa dampak yang dibawa oleh kemajuan teknologi komunikasi:
ü  Perilaku Antisosial (Antisocial Behavior)
Sejauh ini, para ilmuwan menyimpulkan bahwa kekerasan pada games di komputer memiliki pengaruh yang sama kuatnya dengan tayangan kekerasan di televisi. Selain itu, pornografi yang marak di internet juga ikut meracuni otak anak-anak. Pelakunya  dengan sengaja memberi link dari situs-situs yang biasanya dikunjungi oleh anak-anak ke situs-situs yang seharusnya tak pantas dikunjungi anak-anak dibawah umur. Sedangkan pada orang dewasa, pornografi tidak menunjukkan hasil penyimpangan yang signifikan seperti pada anak-anak apabila dilihat dari sisi agresivitas dan perilakunya.
ü  Kecemasan Berlebih Terhadap Komputer (Computer Anxiety)
Hal ini biasa disebut sebagai cyberphobia atau computerphobia, yakni rasa takut, cemas, khawatir pada saat menggunakan komputer. Biasanya ditunjukkan dengan gejala-gejala mual, pusing, dan keringat dingin pada saat menggunakan komputer. Si pengguna biasanya merasa takut untuk menggunakan komputer atau alat-alat canggih lain karena takut salah menekan tombol, takut terjadi hal-hal yang tidak dinginkan jika salah mengoperasikan suatu alat, dsb. Hal ini sering terjadi pada orang-orang yang umumnya tidak memiliki bekal pengetahuan yang cukup tentang alat tertentu, atau pada orang-orang yang kemampuan perhitungannya kurang baik.
ü  Ketagihan (Addicted)
Media komputer memiliki kualitas interaksi  yang mampu merespon tiap gerak penggunanya. Kadang kala, komputer mampu mewujudkan apa yang menjadi harapan penggunanya, namun kadang tidak, hasilnya pun bervariasi pada tiap pengguna. Kemampuan ini yang akhirnya menuntut kita untuk “datang lagi” dan merasakan hal yang berbeda. Sehingga mereka menarik diri dari lingkungan sosial. Menurut seorang psikolog, Sherry Turkle, kekuatan komputer bukan datang dari hal-hal di luarnya/eksternal layaknya pada obat-obatan, tapi dari apa yang ada pada orang-orang yang menggunakan, dari apa yang mereka pelajari tentang ketergila-gilaan mereka pada komputer.
Internet juga memiliki peran dalam bidang ekonomi, hal ini terlihat dari adanya e-commerce atau e-business. Internet berperan sebagai infrastruktur yang membantu transaksi perdagangan dari penjual pada pembeli. Internet juga bisa disebut sebagai pasar belanja terbesar dengan jaringan informasi dan komunikasi terluas. (Mirabito, M.A.M & Morgenstern, B.L: 2004)
·         Kemajuan IPTEK Bagi Adab dan Peradaban Manusia
Dari zaman ke zaman, perubahan yang terjadi di dunia ini amatlah sangat pesat, apalagi dari segi Ilmu pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Kita jadi sangat tertolong dengan adanya teknologi yang kian lama kian maju.
Kemajuan IPTEK menunjukkan kemampuan intelektual (intelligence) manusia juga berkembang. Jadi teknologi selalu membutuhkan manusia supaya dapat diciptakan untuk peradaban manusia. Tetapi manusia tidak sepenuhnya selalu membutuhkan adanya teknologi untuk kehidupannya, karena manusia memiliki intelektual, sedangkan teknologi tidak memiliki intelektual. (Prayudi: 2009)
Menurut B.J. Habiebie (1983: 14) ada delapan wahana transformasi yang menjadi prioritas pengembangan teknologi, terutama teknologi industri, yaitu : (1) pesawat terbang, (2) maritim dan perkapalan, (3) alat transportasi, (4) elektronika dan komunikasi, (5) energi, (6) rekayasa , (7) alat-alat dan mesin-mesin pertanian, dan (8) pertahanan dan keamanan.
Semakin kuatnya gejala “dehumanisasi”, tergerusnya nilai-nilai kemanusiaan dewasa ini, merupakan salah satu oleh-oleh yang dibawa kemajuan iptek tersebut. Bahkan, dampak negatif dari peradaban yang tinggi itu dapat melahirkan kecenderungan pengingkaran manusia akan Tuhan, bahkan memuja iptek sebagai liberator yang akan membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia.
Kalaupun iptek mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti iptek sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan. Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan obyektif. Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan. Tentu saja iptek tidak mengenal moral kemanusiaan, oleh karena itu iptek tidak pernah bisa menjadi standar kebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah kemanusiaan.






















BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Manusia seutuhnya adalah sebuah matriks yang mempunyai akal, jasmani dan rohani. Manusia dalam kehidupannya mempunyai tiga fungsi, yaitu : Sebagai makhluk tuhan, Sebagai makhluk individu dan Sebagai makhluk sosial budaya.
            Peradaban merupakan bagian dan unsur kebudayaan yang halus, maju, dan indah seperti misalnya kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi dan masyarakat kota yang maju dan kompleks. Masyarakat yang beradab dapat didefinisikan sebagai masyarakatyang mempunyai sopan santun dan kebaikan budi pekerti.
Manusia mempunya intelektual, sedangkan teknologi ada karena kemampuan intelektual manusia.  Namun, peradaban berupa kemajuan dalam bidang iptek pada saat sekarang tidak saja memilki kelebihan, tak sedikit  justru juga memberikan dampak yang  buruk.

3.2 Saran
            Perlu adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan kebudayaan dan menghargainya serta perlu adanya tindakan real masyarakat agar mampu menyeimbangkan antara perkembangan zaman dan terlaksananya tradisi yang telah lebih dulu ada didalam lingkungan masyarakat tersebut, meningkatkan wawasan agar mampu menjadi masyarakat yang madani serta selalu bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman selama bisa mengimbanginya dengan baik.
            Kekurangan di dalam penulisan ini tak sedikit yang luput dari kekhilafan kami. Adapun  semua kesalahan dan kekurangan tersebut hanyalah karena ketidak-sengajaan dan bukan sebuah keinginan. Sehingga apabila ada kritik maupun saran yang membangun, sangat kami harapkan untuk proses pembelajaran berikutnya, agar kami menjadi lebih baik lagi.





DAFTAR PUSTAKA
M. Setiadi, Elly. 2007. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jakarta: Prenada Media Group.
Alisyahbana, Iskandar. 1980. Teknologi dan Perkembangan. Jakarta: Yayasan Idayu.
Anonim. 2009. Pertumbuhan manusia. Online. http://www.sinarharapan.co.id.
Prasetya, Joko Tri. 1991. Ilmu Budaya Dasar.  Rineka Cipta: Jakarta.
Suito, Deny. 2006. Membangun Masyarakat Madani. Centre For Moderate Muslim Indonesia: Jakarta.
Sutjipto. 2005. Kurikulum Pendidikan Teknologi suatu Kebutuhan yang Tidak  Pernah Terlambat. Jakarta: Kompas.
Makalah isbd http://Ladyumukhtimulia.wordpress.com
Berbagai Blog Pribadi yang Mendukung Materi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar