Senin, 25 Agustus 2014

MANUSIA DAN PERADABAN



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Manusia, masyarakat, kebudayaan, dan peradaban merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Suatu kumpulan manusia yang biasa disebut dengan masyarakat pasti mempunyai kebudayaan dan peradaban yang memiliki perbedaan dengan perkumpulan masyarakat lainnnya.
Pada saat ini, istilah peradaban dan kebudayaan tidak mempunyai perbedaan atau batasan yang jelas. Beberapa ahli yang mencoba mendefenisikannya sampai saat ini masih memilki perbedaan pendapat mengenai kedua isitilah ini. Namun manusia dan peradaban mempunyai hubungan yang sangat erat untuk menciptakan kehidupan yang sesuai dengan kodratnya.
Peradaban yang menjadi sorotan utama adalah bagaimana pengaruh peradaban dunia iptek terhadap kehidupan manusia yang saat sekarang ini memang dituntut serba fleksibel dan efisien. Walau di beberapa sisi, tak sepenuhnya peradaban berupa kemajuan iptek tersebut menimbulkan dampak yang baik.
1.2 Rumusan Masalah
a.       Apakah hakikat adab dan peradaban itu?
b.      Bagaimanakah manusia sebagai makhluk beradab dan masyarakat adab?
c.       Apa itu tradisi, modernisasi, dan masyarakat madani?
d.      Mengapa ada problematika peradaban bagi kehidupan manusia?
1.3 Tujuan Penulisan
a)      Untuk memenuhi salah satu persyaratan kelulusan dalam mata kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD).
b)      Menambah wawasan mengenai Manusia dan Peradaban.
c)      Untuk mengetahui seluk beluk interaksi sosial di dalam masyarakat.
d)     Mampu menerima nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Hakikat Adab dan Peradaban
“Adab” adalah kata asal dari “peradaban” yang artinya akhlak, kesopanan, moral, dan kehalusan budi, budi luhur, manusia beradap yaitu manusia yang memiliki akhlak yang mulia yang berbudi pekerti luhur, memiliki moral yang tinggi dan kebalikannya adalah manusia yang “biadab”. Manusia yang tidak bermoral, kejam keji berperilaku kasar dan tidak berbudi pekerti, jahat. “Beradab” adalah merupakan konsep-konsep norma-norma tertentu berupa perilaku wajar, diterima oleh masyarakat luas, yang dibutuhkan tata kehidupan yang aman tentram dan damai.
 Peradaban berasal dari kata “adab” yang berarti kesopanan, kehormatan, budi bahasa dan etiket. Istilah peradaban dalam bahasa Inggris disebut Civilization. Istilah peradaban sering dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita terhadap perkembangan kebudayaan. Pada waktu perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya berwujud unsur-unsur budaya yang bersifat halus, indah, tinggi, sopan, luhur dan sebagainya maka masyarakat pemilik kebudayaan tersebut dikatakan telah memiliki peradaban.
Peradaban adalah kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu, pada suatu masyarakat tertentu, yang tercermin dalam tingkat intelektual, keindahan, teknologi dan spiritual. jaman sekarang kebudayaan sudah mencapai tingkat yang cukup tinggi terbukti dengan peradaban yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Dengan peradaban yang tinggi manusia bisa menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi pula, seperti contohnya komputer. Dahulu manusia memulai dengan pembuatan mesin tik, kemudian berlanjut ke komputer, laptop, netbook, hingga sekarang dengan tingkat intelektual manusia dan kecanggihan teknologi bisa merancang dan membuat komputer touch screen, dari segi keindahannya sudah jelas pasti indah, bagus, lengkap, mewah dan dari segi spiritualnya, jika kita bisa menggunakannya sebaik mungkin dan memanfaatkanya, tidak digunakan untuk hal-hal yang aneh, itu bisa menunjukkan kualitas manusia yang beradab tentunya.
Sehingga, tinggi ataupun rendahnya peradaban suatu bangsa tergantung oleh 3 faktor utama yaitu, ilmu pengetahuan, tingkat pendidikan, kemajuan teknologi.
Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa pengertian peradaban:
Huntington
Peradaban sebagai the highest social grouping of people and the broadest level of cultural identity people have short of that which distinguish humans from other species.
Fairchild, dkk. (1980:41) dalam Nursyid (1996:67),
 Peradaban adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai   tingkat tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya.
Prof. Dr. Kontjaranigrat, (1990 : 182)
Peradaban bagian dan unsur kebudayaan yang halus, maju, dan indah seperti kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi dan masyarakat kota yang maju dan kompleks.
Ibnu Khaldun(1332-1406 M)
Melihat peradaban sebagai organisasi sosial manusia, kelanjutan dari proses tamaddun (semacam urbanisasi), lewat ashabiyah (group feeling), pendekatan terhadap peradaban bisa dilakukan dengan menggunakan organisasi sosial, kebudayaan, termasuk sistem IPTEK dan pemerintahannya.

2.2  Manusia sebagai Makhluk Beradab dan Masyarakat Adab
Peradaban tidak hanya menunjuk pada hasil-hasil kebudayaan manusia yang sifatnya fisik, seperti barang, bangunan, dan benda-benda. Akan tetapi, juga wujud gagasan dan perilaku manusia.
Peradaban sebagai produk yang bernilai tinggi, halus, indah, dan maju menunjukkan bahwa manusia memang merupakan mahkluk yang beradab sehingga mampu menghasilkan peradaban. Di samping itu, manusia sebagai mahkluk sosial juga mampu menciptakan masyarakat yang beradab.
Manusia yang beradab adalah manusia yang bisa menyelaraskan antara cipta, rasa, dan karsa. Namun, dalam perkembangannya manusia bisa jatuh dalam perilaku yang tidak beradab karena tidak mampu menyeimbangkan atau mengendalikan cipta, rasa, dan karsa yang dimilikinya. Manusia tersebut melanggar hakikat kemanusiaannya sendiri. Manusia yanng beradab tentunya ingin hidup di lingkungan yang beradab pula, sehingga terbentuklah masyarakat yang beradab.
Manusia memilki beberapa sifat kodrati, yaitu sebagai makhluk berpikir, sosial (bermasyarakat), susila, indah, dan agamis sebagai bagian dari unsur-unsur adab. Manusia sebagai makhluk beradab, maka tidak lepas dari unsur-unsur yang baik itu. Kualitas keberadaban masing-masing bangsa memilki keanekaragaman yang berbeda, tergantung pada situasi dan kondisi, serta kemajuan berpikir masing-masing bangsa itu sendiri.  
Masyarakat adab adalah masyarakat yang rata-rata berpendidikan tinggi, sopan, bebrudi pekerti luhur, berakhlak, dan memiliki sifat toleransi yang tinggi. Kita beranggapan, bahwa bangsa kita adalah bangsa yang beradab, namun tak boleh kita lupakan, bahwa masih ada masyarakat kita yang bersifat arogan dan anarkhis. Masyarakat adab merupakan suatu kombinasi ideal antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum yang memperjuangkan penguatan posisi masyarakat terhadap Negara.


2.3  Tradisi, Modernisasi, dan Masyarakat Madani
A.    Tradisi
Tradisi (Bahasa Latin: traditio, “diteruskan”) atau kebiasaan, dalam pengertian yang paling sederhana adalah sesuatu yang telah dilakukan sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu negarakebudayaanwaktu, atau agama yang sama. Biasanya sebuah tradisi tetap saja dianggap sebagai cara atau model terbaik selagi belum ada alternatif lain.
Tradisi merupakan roh dari sebuah kebudayaan. Tanpa tradisi tidak mungkin suatu kebudayaan akan hidup dan langgeng. Dengan tradisi, hubungan antara individu dengan masyarakatnya bisa harmonis. Dengan tradisi, sistem kebudayaan akan menjadi kokoh. Bila tradisi dihilangkan, maka ada harapan suatu kebudayaan akan berakhir disaat itu juga. Tentu saja sebuah tradisi akan pas dan cocok sesuai situasi dan kondisi masyarakat pewarisnya.
B.     Modernisasi
Modernisasi adalah proses penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dalam semua segi kehidupan manusia dengan tingkat yang berbeda-beda tetapi tujuan utamanya untuk mencari taraf hidup yang lebih baik dan nyaman. Modernisasi yang telah dilandasi oleh kemajuan iptek tidak hanya bersifat fisik material saja, melainkan lebih jauh daripada itu. Yaitu dilandasi oleh sikap mental yang mendalam.
Modernisasi masyarakat adalah suatu proses transformasi yang mengubah :
ü  Di bidang ekonomi, modernisasi berarti tumbuhnya kompleks industri yang besar dimana produksi barang konsumsi dan sarana dibuat secara massal.
ü   Di bidang politik, dikatakan bahwa ekonomi yang modern memerlukan adanya masyarakat nasional dengan integrasi yang baik.
                        Syarat Modernisasi
§  Cara berpikir ilmiah,
§   Sistem administrasi negara yang baik
§   Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur yang terpusat pada suatu lembaga tertentu,
§  Penciptaan iklim yang baik dan teratur dari masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat komunikasi massa, .
                        Ciri Modernisasi :
Ø  Kebutuhan materi dan ajang persaingan kebutuhan manusia.
Ø  Kemajuan teknologi dan industrialisasi, individualisasi, sekularisasi, differensiasi, dan aktualisasi.
Ø  Modernisasi banyak memberi kemudahan bagi manusia, berkat jasanya, hampir semua keinginan manusia terpenuhi.
Ø  Melahirkan teori baru.
Ø  Mekanisme masyarakat berubah menuju prinsip dan logika ekonomi serta orientasi kebendaan yang berlebihan
C.     Masyarakat Madani
Dewasa ini, masyarakat adab memiliki padanan istilah yang dikenal dengan masyarakat madani atau masyarakat sipil (civil society). Secara etimologis, masyarakat madani dapat dinyatakan sebagai masyarakat yang teratur dan beradab yang mengacu pada nilai-nilai kebajikan dengan mengembangkan dan menerapkan prinsip-prinsip interaksi sosial yang kondusif bagi penciptaan tatanan demokratis dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Namun demikian, masyarakat madani bukanlah masyarakat yang sekali jadi, yang hampa udara, taken for granted. Masyarakat madani adalah konsep yang cair yang dibentuk dari poses sejarah yang panjang dan perjuangan yang terus menerus. Bila kita kaji, masyarakat di negara-negara maju yang sudah dapat dikatakan sebagai masyarakat madani, maka ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi untuk menjadi masyarakat madani, yakni adanya democratic governance (pemerintahan demokratis) yang dipilih dan berkuasa secara demokratis dan democratic civilian (masyarakat sipil yang sanggup menjunjung nilai-nilai civil security; civil responsibility dan civil resilience).

2.4  Problematika  Peradaban Bagi Kehidupan Manusia
Arus informasi yang berkembang cepat menumbuhkan cakrawala pandangan manusia semakin terbuka luas. Teknologi yang sebenarnya merupakan alat bentu/ekstensi kemampuan diri manusia, dewasa ini telah menjadi sebuah kekuatan otonom yang justru ‘membelenggu’ perilaku dan gaya hidup kita sendiri. Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar, karena ditopang pula oleh system-sistem sosial yang kuat, dan dalam kecepatan yang makin tinggi, teknologi telah menjadi pengarah hidup manusia. Masyarakat yang rendah kemampuan teknologinya cenderung tergantung dan hanya mampu bereaksi terhadap dampak yang ditimbulkan oleh kecanggihan teknologi. Dampak Globalisasi Terhadap Peradaban Manusia Akibat globalisasi diantaranya masyarakat mengalami anomi/ tidak punya norma atau heteronomy/ banyak norma, sehingga terjadi kompromisme sosial terhadap hal-hal yang sebelumnya dianggapmelanngar norma tunggal masyarakat.Selain itu juga terjadinya disorientasi atau alienasi, keterasingan pada diri sendiri atau pada perilaku sendiri, akibat pertemuan budaya-budaya yang tidak sepenuhnyaterintegrasi dalam kepribadian kita
·         Kemajuan Media Komunikasi Bagi Adab dan Peradaban Manusia
Muncul dan berkembangnya media baru dalam dunia komunikasi membawa dampak besar bagi kehidupan manusia di seluruh dunia. Para ahli pun mengemukakan berbagai teori yang dapat mengakomodasi dan menjelaskan dampak yang terjadi akibat perkembangan media baru tersebut.Hal terpenting yang harus diperhatikan di sini adalah konsep kehadiran (presence), di mana sesuatu yang maya dirasakan seolah sebagai objek yang benar/nyata adanya.
E-mail dikatakan memiliki tingkat “presensi” yang rendah, karena hanya digunakan untuk bertukat informasi searah,  feedback dari penerima email tidak langsung dibalas, Sedangkan videoconferences dikatakan memiliki tingkat presensi sosial yang tinggi, karena proses komunikasi berlangsung dua arah, dan kedua komunikator mampu merasakan kehadiran komunikator yang lain dengan melihat mimik wajah, gesture, notasi suara, dsb. (Straubhaar, Joseph & La Rose, Robert: 2004)
·         Dampak Media Komputer
Selama ini, penyebaran internet telah mengubah perhatian masyarakat terhadap pengaruh media baru. Hingga pada akhirnya disimpulkan beberapa dampak yang dibawa oleh kemajuan teknologi komunikasi:
ü  Perilaku Antisosial (Antisocial Behavior)
Sejauh ini, para ilmuwan menyimpulkan bahwa kekerasan pada games di komputer memiliki pengaruh yang sama kuatnya dengan tayangan kekerasan di televisi. Selain itu, pornografi yang marak di internet juga ikut meracuni otak anak-anak. Pelakunya  dengan sengaja memberi link dari situs-situs yang biasanya dikunjungi oleh anak-anak ke situs-situs yang seharusnya tak pantas dikunjungi anak-anak dibawah umur. Sedangkan pada orang dewasa, pornografi tidak menunjukkan hasil penyimpangan yang signifikan seperti pada anak-anak apabila dilihat dari sisi agresivitas dan perilakunya.
ü  Kecemasan Berlebih Terhadap Komputer (Computer Anxiety)
Hal ini biasa disebut sebagai cyberphobia atau computerphobia, yakni rasa takut, cemas, khawatir pada saat menggunakan komputer. Biasanya ditunjukkan dengan gejala-gejala mual, pusing, dan keringat dingin pada saat menggunakan komputer. Si pengguna biasanya merasa takut untuk menggunakan komputer atau alat-alat canggih lain karena takut salah menekan tombol, takut terjadi hal-hal yang tidak dinginkan jika salah mengoperasikan suatu alat, dsb. Hal ini sering terjadi pada orang-orang yang umumnya tidak memiliki bekal pengetahuan yang cukup tentang alat tertentu, atau pada orang-orang yang kemampuan perhitungannya kurang baik.
ü  Ketagihan (Addicted)
Media komputer memiliki kualitas interaksi  yang mampu merespon tiap gerak penggunanya. Kadang kala, komputer mampu mewujudkan apa yang menjadi harapan penggunanya, namun kadang tidak, hasilnya pun bervariasi pada tiap pengguna. Kemampuan ini yang akhirnya menuntut kita untuk “datang lagi” dan merasakan hal yang berbeda. Sehingga mereka menarik diri dari lingkungan sosial. Menurut seorang psikolog, Sherry Turkle, kekuatan komputer bukan datang dari hal-hal di luarnya/eksternal layaknya pada obat-obatan, tapi dari apa yang ada pada orang-orang yang menggunakan, dari apa yang mereka pelajari tentang ketergila-gilaan mereka pada komputer.
Internet juga memiliki peran dalam bidang ekonomi, hal ini terlihat dari adanya e-commerce atau e-business. Internet berperan sebagai infrastruktur yang membantu transaksi perdagangan dari penjual pada pembeli. Internet juga bisa disebut sebagai pasar belanja terbesar dengan jaringan informasi dan komunikasi terluas. (Mirabito, M.A.M & Morgenstern, B.L: 2004)
·         Kemajuan IPTEK Bagi Adab dan Peradaban Manusia
Dari zaman ke zaman, perubahan yang terjadi di dunia ini amatlah sangat pesat, apalagi dari segi Ilmu pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Kita jadi sangat tertolong dengan adanya teknologi yang kian lama kian maju.
Kemajuan IPTEK menunjukkan kemampuan intelektual (intelligence) manusia juga berkembang. Jadi teknologi selalu membutuhkan manusia supaya dapat diciptakan untuk peradaban manusia. Tetapi manusia tidak sepenuhnya selalu membutuhkan adanya teknologi untuk kehidupannya, karena manusia memiliki intelektual, sedangkan teknologi tidak memiliki intelektual. (Prayudi: 2009)
Menurut B.J. Habiebie (1983: 14) ada delapan wahana transformasi yang menjadi prioritas pengembangan teknologi, terutama teknologi industri, yaitu : (1) pesawat terbang, (2) maritim dan perkapalan, (3) alat transportasi, (4) elektronika dan komunikasi, (5) energi, (6) rekayasa , (7) alat-alat dan mesin-mesin pertanian, dan (8) pertahanan dan keamanan.
Semakin kuatnya gejala “dehumanisasi”, tergerusnya nilai-nilai kemanusiaan dewasa ini, merupakan salah satu oleh-oleh yang dibawa kemajuan iptek tersebut. Bahkan, dampak negatif dari peradaban yang tinggi itu dapat melahirkan kecenderungan pengingkaran manusia akan Tuhan, bahkan memuja iptek sebagai liberator yang akan membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia.
Kalaupun iptek mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti iptek sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan. Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan obyektif. Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan. Tentu saja iptek tidak mengenal moral kemanusiaan, oleh karena itu iptek tidak pernah bisa menjadi standar kebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah kemanusiaan.






















BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Manusia seutuhnya adalah sebuah matriks yang mempunyai akal, jasmani dan rohani. Manusia dalam kehidupannya mempunyai tiga fungsi, yaitu : Sebagai makhluk tuhan, Sebagai makhluk individu dan Sebagai makhluk sosial budaya.
            Peradaban merupakan bagian dan unsur kebudayaan yang halus, maju, dan indah seperti misalnya kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi dan masyarakat kota yang maju dan kompleks. Masyarakat yang beradab dapat didefinisikan sebagai masyarakatyang mempunyai sopan santun dan kebaikan budi pekerti.
Manusia mempunya intelektual, sedangkan teknologi ada karena kemampuan intelektual manusia.  Namun, peradaban berupa kemajuan dalam bidang iptek pada saat sekarang tidak saja memilki kelebihan, tak sedikit  justru juga memberikan dampak yang  buruk.

3.2 Saran
            Perlu adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan kebudayaan dan menghargainya serta perlu adanya tindakan real masyarakat agar mampu menyeimbangkan antara perkembangan zaman dan terlaksananya tradisi yang telah lebih dulu ada didalam lingkungan masyarakat tersebut, meningkatkan wawasan agar mampu menjadi masyarakat yang madani serta selalu bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman selama bisa mengimbanginya dengan baik.
            Kekurangan di dalam penulisan ini tak sedikit yang luput dari kekhilafan kami. Adapun  semua kesalahan dan kekurangan tersebut hanyalah karena ketidak-sengajaan dan bukan sebuah keinginan. Sehingga apabila ada kritik maupun saran yang membangun, sangat kami harapkan untuk proses pembelajaran berikutnya, agar kami menjadi lebih baik lagi.





DAFTAR PUSTAKA
M. Setiadi, Elly. 2007. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jakarta: Prenada Media Group.
Alisyahbana, Iskandar. 1980. Teknologi dan Perkembangan. Jakarta: Yayasan Idayu.
Anonim. 2009. Pertumbuhan manusia. Online. http://www.sinarharapan.co.id.
Prasetya, Joko Tri. 1991. Ilmu Budaya Dasar.  Rineka Cipta: Jakarta.
Suito, Deny. 2006. Membangun Masyarakat Madani. Centre For Moderate Muslim Indonesia: Jakarta.
Sutjipto. 2005. Kurikulum Pendidikan Teknologi suatu Kebutuhan yang Tidak  Pernah Terlambat. Jakarta: Kompas.
Makalah isbd http://Ladyumukhtimulia.wordpress.com
Berbagai Blog Pribadi yang Mendukung Materi

Selasa, 03 Juni 2014

Pendidikan Jasmani



BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan jasmani untuk memperoleh pertumbuhan jasmani, kesehatan, kesegaran jasmani serta kemampuan dan keterampilan. Pendidikan jasmani sebagai komponen pendidikan secara keseluruhan telah disadari oleh banyak kalangan. Namun, dalam pelaksanaannya pengajaran pendidikan jasmani belum berjalan efektif seperti yang diharapkan. Pembelajaran pendidikan jasmani masih diartikan oleh siswa sebagai suatu pelajaran yang membosankan dan aktivitas yang berhubungan dengan bola saja. Padahal, yang termasuk dalam pendidikan jasmani ini bukan hanya mengajar tentang aktivitas yang berkaitan dengan bola saja melainkan lebih menekakan kepada kebugaran jasmani. Dan ada pula yang menganggap pendidikan jasmani adalah pelajaran yang ditakuti dan sulit. Kenyataannya, pendidikan jasmani buka hanya suatu mata pelajaran yang sulit, bahkan dalam permainan sehari-hari saja tanpa kita sadari kita telah berolahraga.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa pendidikan jasmani merupakan proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani dan direncanakan secara sistematik bertujuan untuk meningkatkan individu secara organik, neuromoskuler, perseptual, kognitif, sosial dan emosional.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian pendidikan jasmani?
2.      Apa tujuan pendidikan jasmani?
3.      Apa pengertian kebugaran jasmani?
4.      Apa saja komponen kebugaran jasmani?
5.      Bagaimana manfaat kebugaran jasmani bagi tubuh?
6.      Apa saja bentuk olahraga dalam permainan?

C.    Tujuan Penulisan
1.      Mengkaji tentang pengertian pendidikan jasmani dan kebugaran jasmani.
2.      Mengkaji bagaimana tujuan pendidikan jasmani dalam dunia pendidikan.
3.      Mengkaji komponen-komponen yang terkandung dalam kebugaran jasmani.
4.      Menjelaskan bentuk permaina yang mengandung unsur olahraga.

D.    Manfaat Penulisan
1.      Memberikan informasi dan menambah pengetahuan mengenai pendidikan jasmani dan kesehata secara keseluruhan.
2.      Memberikan salah satu contoh olahraga dalam bentuk permainan yang menyenangkan.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Pendidikan Jasmani
Pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kesehatan, kebugaran jasmani, keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani dan olahraga. Pendidikan jasmani dan olahraga begitu kaya akan pengalaman emosional. Aneka macam emosi terlibat di dalamnya. Kegiatan pendidikan jasmani dan olahraga yang berakar pada permainan, keterampilan dan ketangkasan memerlukan pengerahan energi untuk menghasilkan yang terbaik.
Pendidikan Jasmani mempunyai peran penting, yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain dan olahraga yang dilakukan secara sistematis. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina, sekaligus membentuk gaya hidup sehat dan aktif sepanjang hayat. Selain itu, Pendidikan Jasmani merupakan media untuk mendorong perkembangan keterampilan motorik, kemampuan fisik, pengetahuan, penalaran, penghayatan nilai (sikap-mental-emosional-spiritual-sosial), dan pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan serta perkembangan yang seimbang.
Dengan Pendidikan Jasmani siswa akan memperoleh berbagai ungkapan yang erat kaitannya dengan kesan pribadi yang menyenangkan serta berbagai ungkapan yang kreatif, inovatif, terampil, memiliki kebugaran jasmani, kebiasaan hidup sehat dan memiliki pengetahuan serta pemahaman terhadap gerak manusia.

B.     Tujuan Pendidikan Jasmani
1.      Meletakkan landasan karakter yang kuat melalui internalisasi nilai dalam pendidikan jasmani
2.      Membangun landasan kepribadian yang kuat, sikap cinta damai, sikap sosial dan toleransi dalam konteks kemajemukan budaya, etnis dan agama
3.      Menumbuhkan kemampuan berfikir kritis melalui tugas-tugas pembelajaran Pendidikan Jasmani
4.      Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerjasama, percaya diri, dan demokratis melalui aktivitas jasmani
5.      Mengembangkan keterampilan gerak dan keterampilan teknik serta strategi berbagai permainan dan olahraga, aktivitas pengembangan, senam, aktivitas ritmik, akuatik (aktivitas air) dan pendidikan luar kelas (Outdoor education)
6.      Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani
7.      Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain
8.      Mengetahui dan memahami konsep aktivitas jasmani sebagai informasi untuk mencapai kesehatan, kebugaran dan pola hidup sehat
9.      Mampu mengisi waktu luang dengan aktivitas jasmani yang bersifat rekreatif.

C.    Pengertian Kebugaran Jasmani
Kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang melakukan kerja sehari-hari secara efisen tanmpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan sehingga masih dapat dapat menikmati waktu luangnya. Kebugaran jasmani diperlukan agar seseorang dapat melaksanakan pekerjaannya dengan efektif dan efisien tanpa mengalami kelelahan yang berarti.
Tidak menimbulkan kelelahan yang berarti maksudnya ialah setelah seseorang melakukan suatu kegiatan, ia mash mempunyai cukup tenaga untuk menikmati waktu senggangnya atau untuk keperlua lainnya yang mendadak.  

D.    Komponen Kebugaran Jasmani
1.      Kekuatan (Streght)
Kekuatan adalah kemampuan dalam mempergunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja. Kekuatan otot dapat diraih dari latihan dengan beban berat dan frekuensi sedikit. Kita dapat melatih kekuatan otot lengan dengan latihan angkat beban, jika beban tersebut hanya dapat diangkat 8-12 kali saja. Contoh latihannya adalah sebagai berikut:
a.       squat jump, melatih kekuatan otot tungkai dan otot perut.
b.      push up, melatih kekuatan otot lengan.
c.       sit up, melatih kekuatan otot perut.
d.      angkat beban, melatih kekuatan otot lengan.
e.       back up, melatih kekuatan otot perut.

2.      Daya tahan (Endurance)
Daya tahan adalah kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung, paru-paru, dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus menerus. Dengan kata lain berhubungan dengan sistem aerobik dalam proses pemenuhan energinya.
Latihan untuk melatih daya tahan adalah kebalikan dari latihan kekuatan. Daya tahan dapat dilatih dengan beban rendah atau kecil, namun dengan frekuensi yang banyak dan dalam durasi waktu yang lama. Contoh latihan untuk daya tahan:
a.       lari 2,4 km.
b.      lari 12 menit.
c.       lari multistage.
d.      angkat beban dengan berat yang ringan namun dengan repetisi dan set yang banyak.
e.       lari naik turun bukit.

3.      Daya Otot (Muscular Power)
Daya otot adalah kemampuan seseorang dalam mempergunakan kekuatan maksimum yang dikerahkan dalam waktu sepemdek-pendeknya. Dengan kata lain berhubungan dengan sistem anaerobik dalam proses pemenuhan energinya. Daya otot dapat disebut juga daya ledak otot (explosive power).
Latihan yang dapat melatih daya ledak otot adalah latihan yang bersifat cepat atau berlangsung secepat mungkin. Contohnya:
a.       vertical jump (meloncat ke atas), melatih daya ledak otot tungkai.
b.      front jump (meloncat ke depan), melatih daya ledak otot tungkai.
c.       side jump (meloncat ke samping), melatih daya ledak otot tungkai.

4.      Kecepatan (Speed)
Kecepatan merupakan kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dengan waktu sesingkat-singkatnya. Kecepatan sangat dibutuhkan dalam olahraga yang sangat mengandalkan kecepatan, seperti lari pendek 100 m dan lari pendek 200 m.
Kecepatan dalam hal ini lebih mengarah pada kecepatan otot tungkai dalam bekerja. Contoh latihannya adalah
a.       lari cepat 50 m
b.      lari cepat 100 m
c.       lari cepat 200 m

5.      Daya lentur (Flexibility)
Daya lentur adalah efektifitas seseorang dalam menyesuaikan diri untuk segala aktifitas dengan penguluran tubuh yang luas. Contoh latihannya : upperr Body Flexibility Exercises

6.      Kelincahan (Agility)
Kelincahan adalah kemampuan seseorang mengubah posisi di area tertentu, dari depan ke belakang, dari kiri ke kanan atau dari samping ke depan. Olahraga yang sangat mengandalkan kelincahan misalnya bulu tangkis.
Kelincahan dapat dilatih dengan lari cepat dengan jarak sangat dekat, kemudian berganti arah. Contoh latihannya adalah
a.       lari zig-zag
b.      lari bolak-balik 5 m
c.       lari bolak-balik 10 m
d.      lari angka 8
e.       kombinasi lari bolak-balik dengan lari zig-zag

7.      Koordinasi (Coordination)
Koordinasi adalah kemampuan seseorang mengintegrasikan berbagai gerakan yang berbeda ke dalam pola gerakan tunggal secara efektif. Contoh latihannya: memantulkan bola tenis ke tembok dengan tangan kanan kemudian menangkapnya lagi dengan tangan kiri memantulkan bola tenis ke tembok dengan tangan kiri kemudian menangkapnya lagi dengan tangan kanan. melempar ke atas bola tenis dengan tangan kanan, kemudian menangkap kembali dengan tangan kiri melempar ke atas bola tenis dengan tangan kiri, kemudian menangkap kembali dengan tangan kanan.

8.      Keseimbangan (Balance)
Keseimbangan merupakan kemampuan seseorang mengendalikan organ-organ syaraf otot sehingga dapat mengendalikan gerakan-gerakan dengan baik dan benar. Senam merupakan salah satu cabang olahraga yang sangan mengandalkan kesimbangan. Contoh latihannya adalah:
a.       berjalan di atas balok kayu selebar 10 cm, sepanjang 10 m
b.      berdiri dengan satu kaki jinjit.
c.       tubuh membentuk kapal-kapalan
d.      sikap lilin
e.       berdiri dengan tangan sebagai sandaran tubuh.

9.      Ketepatan (Accuracy)
Ketepatan adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan gerak-gerak bebas terhadap suatu sasaran. Sepak bola dan bola basket merupakan olahraga yang membutuhkan ketepatan yang baik untuk memasukkan bola ke gawang dengan kaki dan memasukkan bola kek keranjang dengan tangan. Contoh latihannya:
a.       melempar bola tenis ke tembok, sebelumnya tembok telah diberi sasaran
b.      untuk lebih spesifik pada cabang bola basket adalah dengan latihan memasukkan bola ke keranjang tepat di bawah ring
c.       untuk sepak bola dengan latihan menendang bola ke gawang yang dijaga oleh seorang penjaga gawang

10.  Reaksi (Reaction)
Reaksi adalah kemampuan seseorang untuk segera bertindak secepatnya dalam menanggapi rangsangan yang ditimbulkan lewat indera. Contoh latihannya: menangkap bola tenis yang dilempar ke kanan dan ke kiri oleh orang lain.

E.     Manfaat Kebugaran Jasmani
“Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.” Ungkapan itu sangat benar. Tentu saja, karena jika tubuh sehat, Kita akan mampu berpikir dan berbuat apa saja. Manfaat latihan kebugaran jasmani apa pun bentuknya, pasti membawa nilai-nilai positif bagi tubuh. Berikut adalah manfaat dari kebugaran jasmani.
1.      Menurunkan Berat Badan dan Mencegah Obesitas
Selain karena zat-zat makanan atau energi berlebih yang tertimbun di dalam tubuh, kegemukan dan obesitas juga bisa terjadi karena tubuh kurang beraktivitas. Itu sebabnya, olahraga merupakan salah satu cara untuk menggerakan tubuh dalam upaya menurunkan berat badan atau menjaga berat badan agar tidak gemuk.



2.      Mencegah Penyakit Jantung
Ketika tubuh berolahraga, aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh dan dari seluruh tubuh ke jantung menjadi lebih cepat daripada saat tubuh diam. Pada saat itu, otot-otot jantung berkontraksi dengan baik. Semakin sering otot jantung dilatih (dengan olahraga), semakin baik pula kinerjanya. Itu artinya, jantung akan terhindar dari berbagai macam penyakit (seperti stroke, serangan jantung, jantung koroner, atau yang lainnya).

3.      Mencegah dan Mengatur Penyakit Diabetes
Pada penyakit diabetes tipe 2, kelainan pada insulin kebanyakan terjadi akibat kegemukan dan obesitas. Jadi, agar tubuh terhindar dari penyakit diabetes tipe 2, hindarilah kegemukan danobesitas.

4.      Meningkatkan Kualitas Kehidupan Seksual
Saat kita terbiasa berolahraga, segala bentuk metabolisme tubuh akan berada pada tingkat yang optimal. Termasuk juga dengan sistem hormon, salah satunya sistem hormon seksual. Perlu diingat, berhubungan seksual juga termasuk olahraga. Hal ini karena pada saat berhubungan seksual, membakar banyak sekali kalori yang ada di dalam tubuh.

5.      Menurunkan Tekanan Darah Tinggi
Tekanan darah tinggi bisa terjadi akibat adanya gangguan kesehatan, termasuk penyakit jantung koroner, stroke, dan gagal jantung. Oleh karena itu, untuk menghindarinya perlu dihindari juga penyakit-penyakit penyebabnya. Olahraga mampu menghindarkan diri dari berbagai penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

6.      Menambah Kepintaran
Otak yang pintar adalah otak yang sirkulasi oksigennya lancar. Olahraga mampu melancarakan sirkulasi oksigen ke otak. Itu sebabnya, olahraga mampu menjauhkan Anda dari penyakit-penyakit yang melemahkan kerja otak (seperti pikun dan Alzeimer). Dengan kata lain, olahraga akan membuat Anda senantiasa pintar.

7.      Memberi Banyak Energi
Anda tentu heran dengan manfaat yang satu ini. Bagaimana mungkin olahraga yang justru mengeluarkan energi bisa memberi Anda banyak energi? Maksud kalimat di atas sebenarnya mengacu kepada efek setelah Anda berolahraga. Jika tubuh rutin berolahraga, Anda akan bisa tidur nyenyak; berpikir jernih; terhindar dari stres; dan berbagai hal lain yang bisa menguras energi. Ini sama saja memberikan kesempatan bagi tubuh untuk memproduksi banyak energi.

8.      Mengurangi LDL dan Menaikkan HDL
Dalam suatu penelitian disebutkan bahwa jalan kaki atau jogging selama 24 hingga 32 km per minggu mampu menurunkan "lemak jahat" (LDL = Low Density Lipoprotein) dan menaikkan "lemak baik" (HDL = High Density Lipoprotein).

9.      Menurunkan Gejala Depresi Ringan dan Kegelisahan
Saat berolahraga, tubuh Anda akan merasa rileks. Hal ini tentu saja mempengaruhi depresi. Dalam sebuah sumber disebutkan bahwa salah satu penanganan terhadap orang-orang yang mengalami depresi ringan adalah diberi latihan olahraga.

10.  Menurunkan Risiko Kanker Tertentu
Dalam suatu penelitian dikatakan bahwa ternyata olahraga dapat menurunkan tingkat risiko kanker tertentu sebesar 30%. Kanker tersebut misalnya saja kanker kolon (usus besar), kanker payudara, kanker paru-paru, dan multiple myeloma (sumsum tulang).

11.  Melindungi dari Osteoporosis
Para ahli berpendapat bahwa anak-anak yang banyak bergerak (aktif) akan memiliki tulang yang kuat. Sehingga, mereka terhindar dari risiko osteoporosis (pengeroposan tulang) ketika sudah dewasa.

12.  Meningkatkan Citra Diri dan Rasa Percaya Diri
Dalam suatu jurnal psikologi disebutkan bahwa sekecil apa pun olahraga bisa meningkatkan citra diri dan rasa percaya diri pada pelakunya

13.  Meningkatkan Mood
Jika anda sedang mengalami kejenuhan atau bete, olahraga adalah salah satu cara yang bisa mengilangkannya. Sebuah studi mengatakan bahwa olahraga aerobic dapat mengurangi ketegangan dan membuat Anda semangat lagi.

14.  Membuat Anak-anak Selalu Aktif
Dalam suatu penelitian diungkapkan bahwa ternyata orangtua yang rajin berolahraga membuat anak-anaknya selalu aktif dan ceria.

F.     Bentuk Permainan Yang Mengandung Unsur Olahraga
Permainan Kejar-Kejaran “Catch Me”
1.      Ide Permainan
Permainan kejar-kejaran “Catch Me” adalah bentuk permainan yang dapat dilakukan oleh siapa pun dan dalam jumlah pemain yang banyak. Permainan ini termasuk permainan yang mengandalkan kecepatan dan kelincahan. Sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam permainan ini adalah memerluka lapangan atau kawasan bermain yang cukup luas karena jumlah pemain dalam permainan ini cukup banyak.

2.      Manfaat dan Tujuan
Adapun manfaat dari permainan ini adalah :
a.       Memberikan aktivitas gerak dan kebugaran jasmani.
b.      Melatih kecepatan dan kelincahan.
c.       Memberikan kesenangan dalam berolahraga yang bersifat hiburan.

3.      Unsur Yang Terkandung dalam Permainan
a.       Kognitif
Secara efektif mengembangkan konsentrasi yaitu memperkirakan lawan kearah mana akan bergerak. Selain itu, memperhitungkan kecepatan lawan saat bergerak dan membuat strategi dalam bermain serta pemain berpikir untuk bisa lari secepat mungkin.

b.      Afektif
Nilai efektif yang terkadung yaitu pemain berinteraksi satu sama lainnya. Dan adanya kerjasama.

c.       Psikomotor
Nilai psikomotor dalam permainan ini adalah dapat meningkatkan kecepatan dan kelincahan.

4.      Cara Bermain
Permainan ini sangat mudah dimengerti. Jumlah pemain dalam permainan ini adalah bebas. Pertama, semua pemain harus melakukan ‘hompimpa’, hingga menghasilkan satu orang pemain yang kalah yang akan di kejar oleh para pemain yang menang. Pemain yang dikejar harus mampu meloloskan diri dari kejaran pemain lain. Dan yang menjadi ‘pengejar’ adalah semua pemain yang menang dalam hompimpa. Pengejar yang berhasil menangkap si mangsa, maka posisi mereka akan berubah dan si pengejar tadi menjadi si mangsa yang akan dikejar oleh para pemain lain.

5.      Aturan Permainan
Aturan permainan ini sederhana, pengajar hanya boleh menangkap pemain yang menjadi si mangsa dengan cara menyentuh bahunya bukan dengan cara menarik bajunya dari belakang.

6.      Skema Permainan
Penjelasan :
a.       Setelah melakukan ‘hompimpa’, maka pemain yang kalah akan dikejar oleh para pemain yang menang dalam hompimpa.
b.      Pemain yang dikejar berusaha untuk meloloskan diri dari pengejaran pemain lain.


Penjelasan:
a.       Pemain yang menjadi penjaga harus mengejar dan menangkap pemain lain.
b.      Salah seorang pemain berusaha mendekati mangsanya dan berusaha untuk menangkapnya dengan cara menyentuh bahunya.
c.       Jika pemain yang dikejar berhasil ditangkap, maka posisi berubah dan si pengejar tadi mejadi mangsa yang akan di kejar oleh para pemain yang lain.


Penjelasan
a.       Setelah pemain yang dikejar tadi tertangkap, maka posisi berubah.
b.      Pemain yang menangkap s mangsa tadi akan dikejar oleh pemain lain.



BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kesehatan, kebugaran jasmani, keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani dan olahraga, yang tidak hanya aktivitas yang berhubungan dengan bola saja. Banyak bentuk permainan yang mengandung unsur olahraga, salah satunya permainan “Catch Me”

B.     Saran
Permainan ini sangat mengasyikkan dan megandung unsur olahraga didalamnya serta memberika hiburan. Permainan ini boleh di coba oleh semua kalangan.